𝗕𝗲𝗮 𝗖𝘂𝗸𝗮𝗶 𝗣𝗮𝘀𝘂𝗿𝘂𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗻𝘀𝗶𝘀𝘁𝗲𝗻 “𝗦𝗲𝗯𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻” 𝗚𝗲𝗺𝗽𝘂𝗿 𝗥𝗼𝗸𝗼𝗸 𝗜𝗹𝗲𝗴𝗮𝗹 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗣𝗲𝗺𝗱𝗮

Pasuruan — Gempur Rokok Ilegal masih terus digencarkan Bea Cukai Pasuruan bersama dengan Pemerintah baik di Kota maupun Kabupaten Pasuruan. Kegiatan yang didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini, memiliki berbagai cakupan yang luas mengingat dana yang diberikan sangatlah besar.

Di tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendapatkan DBHCHT sekitar Rp200 Milyar, sedangkan Kota Pasuruan sekitar Rp17 Milyar. Dana sebesar ini diterima oleh Pemerintah Daerah sebagai dampak dari prestasi penerimaan cukai Bea Cukai Pasuruan yang menduduki posisi tertinggi se-Indonesia.

Pemanfaat DBHCHT pada tahun ini disalurkan ke masyarakat melalui 3 bidang, yakni kesejahteraan masyarakat 50%, penegakan hukum 25%, dan kesehatan 25% — dimana setiap bidang memiliki serangkaian program yang harus dijadikan acuan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 206/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan, Dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Berbagai rangkaian program penegakan hukum yang dirancang oleh Pemda telah berjalan dengan Bea Cukai. Terhitung sejak tanggal 25 s.d. 30 Oktober 2021 , Bea Cukai Pasuruan bersama pemda telah melakukan Gempur Rokok Ilegal melalui kegiatan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai yang termasuk dalam program Penegakan Hukum.

Mulai dari Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan dan Bakesbangpol Kota Pasuruan, Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Diskominfo Kabupaten Pasuruan, Disperindag Kabupaten Pasuruan, hingga Diskop Kabupaten Pasuruan menggandeng Bea Cukai Pasuruan untuk mengisi kegiatan sosialisasi tersebut. Melihat banyaknya jadwal sosialisasi tersebut, 𝗛𝗮𝗻𝗻𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗶𝗵𝗮𝗿𝘁𝗼 selaku 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗞𝗮𝗻𝘁𝗼𝗿 𝗕𝗲𝗮 𝗖𝘂𝗸𝗮𝗶 𝗣𝗮𝘀𝘂𝗿𝘂𝗮𝗻 menugaskan beberapa Kepala Seksi, Pejabat Fungsional, hingga pelaksana untuk melaksanakan jadwal yang telah ditentukan sekaligus sebagai wujud dukungan kegiatan Gempur Rokok Ilegal tanpa menganggu kegiatan pelayanan Bea Cukai Pasuruan.

Berbagai audien telah hadir mengikuti sosialisasi ini, dari masyarakat umum hingga santri pondok pesantren pun telah mengikuti. Bea Cukai Pasuruan bersama dengan Pemda akan terus melaksanakan kegiatan ini hingga merata di seluruh wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan. Diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan mengerti akan bahaya peredaran rokok ilegal. Oleh karena itu, Bea Cukai Pasuruan bersama pemda akan terus lakukan sosialisasi ini di seluruh lapisan masyarakat sebagai wujud Peran Bea Cukai dalam melindungi masyarakat.

(PLI BC Pasuruan)