𝗕𝗲𝗮 𝗖𝘂𝗸𝗮𝗶 𝗣𝗮𝘀𝘂𝗿𝘂𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗻𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗷𝗮𝗵 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗦𝗜𝗥𝗢𝗟𝗘𝗚 𝗸𝗲 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗮𝗵 𝗗𝗮𝗲𝗿𝗮𝗵

Pasuruan — Sistem Aplikasi Rokok Ilegal (SIROLEG) merupakan aplikasi yang mewadahi pengumpulan informasi terkait peredaran rokok ilegal. Selain itu, SIROLEG juga menjadi wadah sinergitas antara Bea Cukai dan Pemda dalam memberantas peredaran rokok ilegal.

Dengan adanya aplikasi SIROLEG, Pemerintah Daerah memiliki keuntungan berupa kemudahan pelaporan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan percepatan alur informasi untuk segera ditindaklanjuti oleh Bea Cukai. Berdasarkan pemaparan di atas, dapat dikatakan SIROLEG merupakan integrasi sistem pengumpulan informasi rokok ilegal, pelaporan, dan penyebaran informasi berbasis web, kerja sama Bea Cukai dan pemda sebagai pelaksanaan program pemanfaatan DBHCHT.

Awal mula terbentuknya SIROLEG dipelopori oleh Kanwil Bea Cukai Jatim II. Melihat besarnya manfaat aplikasi SIROLEG ini, Direktur Jenderal Bea dan Cukai memberi arahan agar aplikasi SIROLEG yang telah digunakan di wilayah Bea Cukai Jatim II dapat diaplikasikan secara nasional. Aplikasi SIROLEG akan mulai di-𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘵𝘰𝘳𝘺-kan secara nasional terhitung mulai tanggal tanggal 1 Januari 2022 dengan wajah baru dan tampilan yang futuristik.

Pengenalan wajah baru SIROLEG yang diadakan hari Senin (29/11) melalui zoom meetings ini, diinisiasi oleh 𝗛𝗮𝗻𝗻𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗶𝗵𝗮𝗿𝘁𝗼 selaku 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗞𝗮𝗻𝘁𝗼𝗿 𝗕𝗲𝗮 𝗖𝘂𝗸𝗮𝗶 𝗣𝗮𝘀𝘂𝗿𝘂𝗮𝗻. 𝗛𝗮𝗻𝗻𝗮𝗻 menugaskan Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Kuswijayanto, untuk memberikan bimbingan teknis kepada Pemerintah Daerah setempat terkait penggunaan aplikasi tersebut.

Peranan Pemerintah Daerah dalam SIROLEG sebagai tim pengumpul informasi sangatlah penting. Berkaca dari pemanfaatan SIROLEG di Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim II, dalam 1 informasi yang dilaporkan dapat menghasilkan penindakan sebanyak 124 batang dan mengamankan kerugian negara sebanyak Rp126.343,00. Ke depannya, diharapkan Pemerintah Daerah dapat menggunakan aplikasi SIROLEG semaksimal mungkin demi meningkatkan kegiatan pemberantasan peredaran rokok ilegal.

(PLI BC Pasuruan)