𝗕𝗲𝗮 𝗖𝘂𝗸𝗮𝗶 𝗣𝗮𝘀𝘂𝗿𝘂𝗮𝗻 𝗞𝗮𝘄𝗮𝗹 𝗣𝗧. 𝗚𝘂𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗚𝗮𝗿𝗮𝗺,𝗧𝗯𝗸. 𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮 12 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗞𝗲𝗿𝗷𝗮

𝗕𝗲𝗮 𝗖𝘂𝗸𝗮𝗶 𝗣𝗮𝘀𝘂𝗿𝘂𝗮𝗻 𝗞𝗮𝘄𝗮𝗹 𝗣𝗧. 𝗚𝘂𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗚𝗮𝗿𝗮𝗺,𝗧𝗯𝗸. 𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮 12 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗞𝗲𝗿𝗷𝗮

Pasuruan – Sejak tanggal 22 Maret hingga 7 April 2021 nanti, 𝗛𝗮𝗻𝗻𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗶𝗵𝗮𝗿𝘁𝗼 selaku 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗞𝗮𝗻𝘁𝗼𝗿 𝗕𝗲𝗮 𝗖𝘂𝗸𝗮𝗶 𝗣𝗮𝘀𝘂𝗿𝘂𝗮𝗻 mengoordinasikan pejabat dan pegawai Bea Cukai Pasuruan yang tergabung dalam Tim Pengawas, untuk mengawasi jalannya Pengolahan Kembali Barang Kena Cukai milik PT. Gudang Garam, Tbk. yang dilakukan di dalam pabrik.

Kegiatan Pengolahan Kembali Barang Kena Cukai merupakan salah satu fasilitas yang diberikan Bea Cukai dalam rangka pengembalian cukai yang tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor Per-34/BC/2013 jo Per-28/BC/2019 tentang Pengolahan Kembali atau Pemusnahan Barang Kena Cukai yang Dibuat di Indonesia Dalam Rangka Pengembalian Cukai.

Pelaksanaan pengolahan kembali di pabrik dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
1. Barang kena cukai dipindahkan ke dalam kemasan penjualan eceran yang baru;
2. Barang kena cukai diproduksi ulang untuk menjadi barang kena cukai baru.

Dalam hal ini, Pengolahan Kembali Barang Kena Cukai yang dilakukan PT. Gudang Garam, Tbk. merupakan barang kena cukai yang berasal dari peredaran bebas atau sering disebut dengan 𝘮𝘢𝘳𝘬𝘦𝘵 𝘳𝘦𝘵𝘶𝘳𝘯 untuk diproduksi ulang menjadi barang kena cukai baru.

Proses pertama yang telah dilakukan PT. Gudang Garam, Tbk. adalah mengajukan dokumen CK-5 (yang berasal dari 𝘮𝘢𝘳𝘬𝘦𝘵 𝘳𝘦𝘵𝘶𝘳𝘯). Dari dokumen CK-5 tersebut, Bea Cukai Pasuruan melakukan pencacahan dan membuat Berita Acara Pemeriksaan (BACK-1) atas hasil pencacahan dalam hal pengembalian pita cukai.

Berdasarkan BACK-1 yang diterbitkan Bea Cukai Pasuruan, PT. Gudang Garam, Tbk. mengajukan dokumen Pemberitahuan Pemusnahan/ Pengolahan Kembali Barang Kena Cukai Dan Perusakan Pita Cukai (PBCK-3) dan menunggu Surat Persetujuan dari Bea Cukai Pasuruan atau Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I (dalam hal nilai cukai melebihi Rp500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)).

Pada kesempatan ini, 𝗛𝗮𝗻𝗻𝗮𝗻 bekerja sama dengan Muhamad Purwantoro selaku Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I untuk memberikan persetujuan dan membentuk tim pengawas dalam rangka pengawasan pelaksanaan pengolahan kembali barang kena cukai di pabrik. Pengawasan yang dilakukan amatlah penting guna memastikan pita cukai yang dirusak dalam rangka pengolahan kembali benar-benar tidak dapat digunakan lagi.

Bea Cukai mengenakan biaya pengganti penyediaan pita cukai atas pita cukai yang dirusak dalam rangka pemusnahan atau pengolahan kembali sesuai dengan jenis pita cukai yang melekat pada kemasan BKC tersebut (Seri I/II/III atau MMEA).

Dan biaya pengganti tersebut harus dibayarkan sebelum dokumen Tanda Bukti Perusakan Pita Cukai (CK-2) digunakan untuk mendapat pengembalian cukai atas pemusnahan/pengolahan kembali barang kena cukai.

Sebelum melakukan pengembalian cukai, Bea Cukai Pasuruan akan memperhitungkan terlebih dahulu terkait utang cukai yang dimiliki perusahaan.
Apabila perusahaan tidak memiliki utang cukai, pengembalian cukai dapat diberikan dengan 2 cara, yakni :
1. diperhitungkan untuk pemesanan pita cukai berikutnya, untuk barang kena cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai; atau
2. dikembalikan kepada Pengusaha Pabrik, sesuai ketentuan yang berlaku.


(PLI BC Pasuruan)

#𝘔𝘢𝘳𝘬𝘦𝘵𝘙𝘦𝘵𝘶𝘳𝘯
#PengolahanKembali
#BeaCukaiPasuruan
#BeaCukaiMakinBaik
#𝘞𝘦𝘚𝘦𝘳𝘷𝘦𝘉𝘺𝘏𝘦𝘢𝘳𝘵
#BeaCukaiPasuruanMenujuWBBM