𝗟𝗶𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘀𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗡𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮, 𝗕𝗲𝗮 𝗖𝘂𝗸𝗮𝗶 𝗣𝗮𝘀𝘂𝗿𝘂𝗮𝗻 𝗟𝗮𝗸𝘀𝗮𝗻𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗿𝘃𝗲𝗶 𝗥𝗼𝗸𝗼𝗹 𝗜𝗹𝗲𝗴𝗮𝗹 – 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝗹 𝗗𝗝𝗕𝗖 (𝗦𝗥𝗜-𝗜𝗗) 2021

Pasuruan — Bahaya menjadi seorang perokok pasif mungkin telah diketahui semua lapisan masyarakat. Namun perlu dipahami juga, bahwa masih terdapat hal yang jauh lebih berbahaya dari perokok pasif, yakni Rokok Ilegal. Selain merugikan negara, rokok ilegal juga memiliki dampak kesehatan yang jauh lebih mengerikan dikarenakan beberapa komponen yang dicantumkan tidak sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan.

Perlu diketahui, dalam proses pengajuan rokok legal ke Bea Cukai, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Bea Cukai untuk bersama-sama memfasilitasi baik dari sisi industri rokok maupun sisi kesehatan masyarakat. Di satu sisi, rokok merupakan salah satu produk dari pungutan negara dalam bidang perpajakan di bidang cukai yang termasuk dalam APBN. Di sisi lain, rokok memiliki efek samping bagi kesehatan.

Menanggulangi sifat dualisme yang dimiliki rokok, Bea dan Cukai menaikkan tarif cukai setiap tahun agar rokok yang beredar dapat dibatasi peredarannya. Kenaikan tarif cukai rokok berimbas pada tingginya harga rokok yang menjadi pemicu semakin maraknya peredaran rokok ilegal. Untuk itu, Bea Cukai rutin laksanakan Survei Rokok Ilegal-Internal DJBC (SRI-ID) yang dilaksanakan secara nasional setiap dua tahun sekali diselingi dengan survei eksternal dari civitas akademi.

Survey Rokok Ilegal-Internal DJBC (SRI-ID) melibatkan seluruh unit vertikalnya termasuk Bea Cukai Pasuruan dan bertujuan untuk mengetahui tingkat pelanggaran rokok ilegal secara nasional. Selain itu, survei ini juga dapat memetakan wilayah peredaran dan merek rokok ilegal yang berada di daerah produksi maupun pemasaran. Dengan begitu, Bea Cukai dapat mengetahui 𝘢𝘧𝘧𝘰𝘳𝘥𝘢𝘣𝘪𝘭𝘪𝘵𝘺 dan perbandingan harga rokok legal dengan ilegal yang ada di wilayah tersebut. Berbagai temuan yang didapatkan dalam survei ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan kebijakan Cukai Hasil Tembakau.

Survey Rokok Ilegal-Internal DJBC (SRI-ID) melibatkan seluruh unit vertikalnya termasuk Bea Cukai Pasuruan dan bertujuan untuk mengetahui tingkat pelanggaran rokok ilegal secara nasional. Selain itu, survei ini juga dapat memetakan wilayah peredaran dan merek rokok ilegal yang berada di daerah produksi maupun pemasaran. Dengan begitu, Bea Cukai dapat mengetahui 𝘢𝘧𝘧𝘰𝘳𝘥𝘢𝘣𝘪𝘭𝘪𝘵𝘺 dan perbandingan harga rokok legal dengan ilegal yang ada di wilayah tersebut. Berbagai temuan yang didapatkan dalam survei ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan kebijakan Cukai Hasil Tembakau.

Tahun 2021, Survei Rokok Ilegal-Internal DJBC (SRI-ID) serentak dilaksanakan pada tingkat Kantor Pelayanan dari tanggal 18 sampai dengan 29 Oktober 2021. 𝗛𝗮𝗻𝗻𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗶𝗵𝗮𝗿𝘁𝗼, 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗞𝗮𝗻𝘁𝗼𝗿 𝗕𝗲𝗮 𝗖𝘂𝗸𝗮𝗶 𝗣𝗮𝘀𝘂𝗿𝘂𝗮𝗻, membentuk Tim Survei agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Tim survei menentukan titik/lokasi secara random untuk dilakukan survei dan penginputan data. Data tersebut nantinya akan dikirimkan ke Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim I untuk proses verifikasi dan validasi. Apabila data sudah terverifikasi dan tervalidasi, data tersebut akan dilaporkan ke Kantor Pusat Bea dan Cukai.

Hakikatnya, rokok ilegal diberantas bukan semata-mata hanya untuk menambah pemasukan negara. Pengenaan cukai yang dibebankan pada rokok legal juga bertujuan untuk menekan pengaruh negatif terhadap masyarakat dan lingkungan. Dengan adanya kegiatan ini, Bea Cukai berharap dapat melindungi bangsa dan negara dari bahaya peredaran rokok ilegal.

(PLI BC Pasuruan)

#SRI-ID2021
#GempurRokokIlegal
#LegalItuMudah
#StopRokokIlegal
#KanwilBeaCukaiJatimI
#BeacukaiPasuruan
#BeaCukaiMakinBaik
#𝘞𝘦𝘚𝘦𝘳𝘷𝘦𝘉𝘺𝘏𝘦𝘢𝘳𝘵
#BeaCukaiPasuruanGaspolWBBM2022