๐—ฃ๐˜‚๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ธ ๐—ข๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—š๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐˜‚๐—ฟ, ๐—•๐—ฒ๐—ฎ ๐—–๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ถ ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ฎ๐—ป ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ป๐—ฎ๐—ต๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ถ๐˜๐—ฎ ๐—–๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ž๐—ฒ๐—ป๐—ฎ ๐—–๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ถ ๐—œ๐—น๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—น ๐—ฆ๐—ฒ๐—ป๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ถ 15,9 ๐— ๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ฎ๐—ฟ

Pasuruan โ€“ Bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum lain, Kantor Bea Cukai Pasuruan kembali melakukan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) berupa pita cukai dan barang kena cukai (BKC) ilegal. Untuk pita cukai ilegal terdiri dari pita cukai palsu dan bekas, sedangkan BKC ilegal sendiri terdiri dari berbagai jenis rokok. Seluruh barang bukti ilegal tersebut dimusnahkan di incinerator yang bertempat di Kecamatan Ngoro, Mojokerto pada hari Rabu (13/10/2021). Sedangkan pemusnahan secara simbolis dilakukan di halaman Kantor Bea Cukai Pasuruan.

Mengangkat tema โ€œBersinergi Memberantas Barang Kena Cukai Ilegal, Untuk Keadilan dan Kesejahteraan Masyarakatโ€, kegiatan pemusnahan pita cukai dan BKC ilegal ini merupakan puncak dari Operasi Gempur Rokok Ilegal yang dilakukan oleh Bea Cukai Pasuruan pada periode 16 Agustus sampai dengan 9 Oktober 2021. Barang bukti penindakan yang telah berstatus BMN tersebut merupakan hasil penindakan tahun 2020 dan 2021 yang telah mendapatkan persetujuan untuk dimusnahkan oleh Menteri Keuangan.

๐—ž๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—น๐—ฎ ๐—ž๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ผ๐—ฟ ๐—•๐—ฒ๐—ฎ ๐—–๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ถ ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ฎ๐—ป, ๐—›๐—ฎ๐—ป๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—•๐˜‚๐—ฑ๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐˜๐—ผ, menyampaikan bahwa Bea Cukai Pasuruan telah melakukan 139 kali penindakan dengan masing-masing 63 kali di tahun 2020 dan 76 kali pada tahun 2021. Dari hasil penindakan tersebut didapati perkiraan nilai barang secara total Rp21.704.171.025,- dan total potensi kerugian negara yang dapat diselamatkan sekitar Rp17.077.920.055. Jika dijabarkan per tahun, nilai barang yang diamankan berturut-turut pada tahun 2020 sekitar Rp13.390.982.901,- dan sekitar Rp8.313.188.124,- pada tahun 2021. Sedangkan potensi kerugian negara yang dapat diselamatkan sekitar Rp11.841.302.347,- di tahun 2020 dan sekitar Rp5.236.617.708,- pada tahun 2021.

Lebih lanjut, ๐—›๐—ฎ๐—ป๐—ป๐—ฎ๐—ป juga menjabarkan bahwa pada kesempatan kali ini jajarannya akan melakukan pemusnahan terhadap BMN dengan rincian berupa 11.093.096 batang rokok jenis SKM, 240 batang rokok jenis SKT, 853.470 keping pita cukai bekas dan 3.262 keping pita cukai palsu dengan nilai barang sebesar Rp15.979.297.260,- (lima belas milyar sembilan ratus tujuh puluh sembilan juta dua ratus sembilan puluh tujuh ribu dua ratus enam puluh rupiah). Sedangkan potensi kerugian negara mencapai Rp10.987.842.400,- (sepuluh milyar sembilan ratus delapan puluh tujuh juta delapan ratus empat puluh dua ribu empat ratus rupiah). Adapun BMN hasil penindakan lainnya akan dimusnahkan segera setelah mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan.

Keberhasilan Bea Cukai Pasuruan dalam melakukan penindakan tentu tidak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum lain. Untuk itu sebagai bentuk sinergi, hadir pada kesempatan kali ini H. Ramdhanu Dwiyantoro selaku Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan. Hadir pula Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa, Kompol Sugeng Suprayitno selaku Kepala Bagian Operasi Polisi Resor Pasuruan, dan Kapten CPM Rifan Hadi Nurhasyim selaku Komandan Subdenpom V/3-4 Pasuruan. Sebagai saksi dari Kementerian Keuangan atas pemusnahan BMN tersebut, hadir perwakilan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Sidoarjo. Untuk Internal Bea Cukai, acara pemusnahan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim I, Padmoyo Tri Wikanto beserta Kepala Kantor pelayanan/perwakilan di lingkungan Bea Cukai Jawa Timur I.

Sebagaimana diketahui, pemusnahan pita cukai ilegal dan BKC ilegal ini merupakan tindak lanjut atas penindakan yang dilakukan oleh Kantor Bea Cukai Pasuruan. ๐—›๐—ฎ๐—ป๐—ป๐—ฎ๐—ป menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut berpartisipasi dalam upaya penegakan hukum di bidang cukai. Ke depannya, dengan peran serta masyarakat dan dukungan dari penegak hukum lainnya, Bea Cukai Pasuruan akan terus berupaya untuk melindungi masyarakat dari peredaran BKC ilegal.

(PLI BC Pasuruan)