𝗦𝗶𝗴𝗮𝗽 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝘀𝗶! 𝗕𝗲𝗮 𝗖𝘂𝗸𝗮𝗶 𝗣𝗮𝘀𝘂𝗿𝘂𝗮𝗻 𝗟𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗰𝗮𝗰𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗣𝗶𝘁𝗮 𝗖𝘂𝗸𝗮𝗶

Pasuruan – Selama 2 hari berturut-turut, sejak 08 Februari s.d. 09 Februari 2021, Bea Cukai Pasuruan telah melaksanakan tugas pencacahan pita cukai desain tahun 2020 yang belum dilekatkan dan telah melewati batas waktu pelekatan sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor SE-17/BC/2020 terhadap 10 pabrikan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pencacahan pada tanggal 04-05 Februari 2021. Jika tempo hari kegiatan dipimpin oleh Sudirman selaku Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai VII, kali ini kegiatan dipimpin oleh Totok Ismianto selaku Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai V Bea Cukai Pasuruan.

Untuk diketahui, yang dimaksud dengan pencacahan pita cukai merupakan kegiatan Bea Cukai untuk mengetahui jumlah, jenis, dan kondisi pita cukai. Pencacahan pita cukai dilakukan bila terdapat pita cukai yang belum dilekatkan setelah melewati batas waktu yang ditetapkan.

Pada Pasal 7 Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor PER-15/BC/2020, pita cukai harus dilekatkan oleh pabrikan paling lambat dalam 1 bulan setelah pergantian tahun atau pergantian desain pita serta 1 bulan setelah perubahan tarif cukai atau harga jual eceran (HJE).

Khusus Importir barang kena cukai yang melekatkan pita cukai di tempat penimbunan sementara atau berikat, pita cukai harus dilekatkan paling lambat 1 bulan setelah pergantian tahun anggaran, 1 bulan setelah adanya desain baru, atau 1 bulan setelah perubahan tarif atau perubahan Harga Jual Eceran.

Apabila pita cukai dilekatkan di luar negeri, importir harus segera mengimpor BKC paling lambat 1 bulan setelah pergantian tahun anggaran dibuktikan dengan inward manifest (BC 1.1).

(PLI BC Pasuruan)