Bea Cukai Pasuruan dan Pemkot Pasuruan Bersinergi Lakukan Penyuluhan Terhadap Pedagang Tentang Cukai Ilegal

Pasuruan (10/04) – Bea Cukai sebagai instansi negara yang menjalankan fungsi sebagai Community Protector, kali ini besinergi dengan Pemerintah Kota Pasuruan melakukan penyuluhan terhadap puluhan pedagang, pemilik toko, dan masyarakat umum. Dalam Acara “Rapat Koordinasi DBHCT Pemantauan dan Evaluasi Atas Pelaksanaan Ketentuan Peraturan Perundang-undangan di Bidang Cukai” yang bertempat di Hotel Horison Pasuruan, penyuluhan ini dilakukan dengan target agar para peserta mengerti tentang Cukai maupun Cukai ilegal. Kegiatan ini dihadiri beberapa sosok penting seperti Wakil Walikota Pasuruan, Nanang Sekti Wibowo, selaku Kepala Subeksi Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan Bea Cukai Pasuruan dan jajaran pejabat Pemkot Pasuruan.

“Pemerintah Kota Pasuruan telah dan terus akan berupaya memberantas rokok ilegal dan bekerja sama dengan berbagai pihak dan mitra untuk ikut serta memberantas rokok ilegal. Sehingga diharapkan untuk tidak memproduksi, menjual, dan mengedarkan rokok tanpa pita cukai resmi” jelas Wakil Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo dalam sambutannya. Penyuluhan ini tidak hanya berfokus pada masalah rokok namun juga masalah masalah lain yang real di lapangan, seperti penggunaan pita cukai bekas, pengumpulan pita cukai yang sudah dipakai dan kegiatan lain yang melanggar peraturan di bidang cukai.

Rangkaian Acara selain menjelaskan kepada masyarakat tentang apa itu cukai ilegal, juga menjelaskan tentang sanksi pidana terkait hal tersebut serta dampak cukai ilegal. Antusiasme peserta menjadi lebih saat sesi diskusi, dimana masyarakat sendiri mengaku awam dan kurang mengerti sebelum mengikuti kegiatan ini. Kegiatan seperti ini rutin dilakukan setiap tahun agar masyarakat mengerti dan bisa menjadi mitra dalam menghadapi kegiatan cukai ilegal.

Acara ini merupakan bentuk perhatian pemerintah melalui Bea Cukai Pasuruan yang besinergi dengan Pemkot Pasuruan dalam menghadapi Cukai Ilegal. “Dengan adanya kegiatan seperti, diharapkan masyarakat dapat mengerti dan memahami tentang cukai ilegal, tidak hanya rokok namun pita cukai bekas, pita cukai palsu dan lain lain yang merugikan negara dan masyarakat luas” ujar Nanang.