Bea Cukai Pasuruan Gelar Apel Pembukaan Operasi Gempur

Pasuruan (17/6) – Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Pasuruan Kuswijayanto memimpin apel pasukan ‘Operasi Gempur’, Senin (17/6/2019) pagi. Apel tersebut berlangsung di Lapangan Bea Cukai Pasuruan dan diikuti oleh seluruh Pejabat dan Pegawai Bea Cukai Pasuruan.

Kuswijayanto mengatakan, operasi tersebut digelar untuk menurunkan tingkat peredaran Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal. Tak hanya itu, operasi itu juga bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pengusaha Barang Kena Cukai Hasil Tembakau.

“Berdasarkan survei eksternal, sekitar tahun 2016 peredaran BKC ilegal di Seluruh Indonesia 12%. Tahun 2018 menurun menjadi 7 % dan untuk tahun 2019 DJBC ditargerkan menurunkan tingkat peredaran BKC Ilegal menjadi 3%” kata Kuswijayanto, Senin (17/6/2019).

Operasi Gempur sendiri akan dimulai pada 17 Juni 2019 sampai 14 Juli 2019. Di mana yang menjadi fokus utama adalah pengawasan terhadap pengusaha BKC.

“Ini adalah kampanye untuk membentuk kepatuhan terhadap pengusaha-pengusaha agar tidak melakukan percobaan pelanggaran di bidang cukai seperti memproduksi maupun mengedarkan BKC Ilegal” jelasnya.

Prioritas tersebut, kata Kuswijayanto, implikasinya ketika kepatuhan di bidang cukai meningkat, kesadaran pengusaha juga meningkat, maka tingkat peredaran BKC Ilegal akan menurun dan tentunya penerimaan negara akan meningkat.

Dengan adanya Operasi Gempur ini diharapkan peredaran rokok ilegal dapat ditekan sesuai dengan target yaitu menjadi 3% dan penerimaan negara akan meningkat.