Bea Cukai : “Siap Bersinergi!”

Pasuruan (3/10) – Menjalin hubungan kerjasama dengan antar instansi menjadi sebuah bentuk sebuah reformasi birokrasi yang sudah dilakukan sejak dulu. Kali ini Bea Cukai se-Jawa Timur bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan mengadakan sebuah forum guna koordinasi dan menyatukan pendapat dalam bidang ekspor impor obat tradisional dan suplemen kesehatan.

Forum ini menjadi sebuah respon dari perkembangan ekonomi global yang ada di Indonesia khususnya Jawa Timur. Forum Koordinasi ini juga dihadiri oleh perwakilan dari PT. Pos Indonesia serta sosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo). “Forum ini bertujuan untuk memperluas kordinasi antar lembaga dan melindungi masyarakat terkait obat tradisional dan suplemen kesehatan yang ilegal” ujar I Made Bagus Gerametta, Kepala BPOM Jawa Timur.

Forum ini dilaksanakan terkait dengan fleksibilitas pergerakan arus barang yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 74 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendag No. 28 Tahun 2018 mengenai Pelaksanaan Pemeriksaan Tata Niaga Impor di Luar Kawasan Pabean (Post Border). Pada dasarnya, pengawasan post border dilakukan untuk mempercepat pengeluaran barang dari pelabuhan tanpa menghilangkan rantai tata niaga. Maka dari itu perlu diadakan forum guna men-sinergikan antara semua lembaga.

Dengan adanya kegiatan forum koordinasi dan menyatukan pendapat dalam bidang ekspor impor obat tradisional dan suplemen kesehatan diharapkan dapat menjadi sarana untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kinerja institusi untuk mewujudkan Bea Cukai Makin Baik.