Pengawasan Berkelanjutan, Bea Cukai Pasuruan Gelar Operasi Pasar Gabungan

Pasuruan – Sebagai daerah dengan penerimaan Cukai tertinggi se-Indonesia, Wilayah Pasuruan menjadi salah satu wilayah yang rentan akan peredaran rokok illegal sebagai bentuk penghindaran pembayaran cukai pada Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau. Untuk itu, Bea Cukai Pasuruan terus siaga mengawasi peredaran BKC berupa rokok illegal di wilayah Pasuruan salah satunya dengan kegiatan operasi pasar ke tempat-tempat penjualan eceran rokok untuk memastikan bahwa rokok yang beredar adalah rokok legal yang telah dilekati pita cukai sesuai ketentuan.

Dilaksanakan secara berkelanjutan, kegiatan operasi pasar pada kesempatan kali ini dilakukan secara gabungan dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Satuan Polisi Pamong Praja, Polres Kota Pasuruan, Polres Kabupaten Pasuruan serta Kodim 0819 Pasuruan. Operasi Pasar Gabungan yang dilaksanakan pada hari Rabu (22/09) berhasil mengamankan rokok tanpa dilekati pita cukai atau rokok polos di salah satu toko di Desa Coban Blimbing, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Petugas berhasil menyita rokok illegal merk Sendang Biru Bold 32 pack, dan merk Sendang Biru 18 Pack, sehingga rokok illegal yang diamankan petugas gabungan berjumlah 50 pack. Terhadap rokok illegal yang telah diamankan petugas, akan dibawa ke Kantor Bea Cukai Pasuruan untuk selanjutnya akan dilaksanakan penelusuran lebih lanjut.

Perlu diketahui, Penerimaan dari sektor cukai pada tahun 2020 senilai Rp176,3 triliun. Dana tersebut dapat digunakan untuk membiayai program-program Pemerintah guna menunjang infrastruktur pembangunan, sarana kesehatan, dana pendidikan, dan program kesejahteraan rakyat lainnya. Sedangkan rokok illegal yang beredar sebagai bentuk pelarian dari kewajiban pembayaran cukai tentunya sangat menggerogoti Penerimaan Negara yang berdampak pada tidak optimalnya pertumbuhan perekonomian Negara dan menurunnya kesejahteraan masyarakat.


(PLI BC Pasuruan)