𝗠𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗜𝗛𝗧, 𝗕𝗲𝗮 𝗖𝘂𝗸𝗮𝗶 𝗣𝗮𝘀𝘂𝗿𝘂𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗸𝘀𝗮𝗻𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗣2𝗞𝗣 𝗧𝗲𝗿𝗸𝗮𝗶𝘁 𝗞𝗜𝗛𝗧

Pasuruan – Sebagai kantor dengan penerimaan Cukai Hasil Tembakau tertinggi di Indonesia, Bea Cukai Pasuruan optimis terbangunnya Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Pasuruan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mempersiapkannya adalah dengan melaksanakan Program Pembinaan Kompetensi Pegawai (P2KP) terkait KIHT yang diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Bea Cukai Pasuruan.

Dibuka langsung oleh 𝗛𝗮𝗻𝗻𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗶𝗵𝗮𝗿𝘁𝗼 selaku 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗞𝗮𝗻𝘁𝗼𝗿 𝗕𝗲𝗮 𝗖𝘂𝗸𝗮𝗶 𝗣𝗮𝘀𝘂𝗿𝘂𝗮𝗻 acara P2KP kali ini mengupas tuntas KIHT. Penjelasan Peraturan Menteri Keuangan nomor 21/PMK.04/2020 tentang Kawasan Industri Hasil Tembakau disampaikan oleh Pitoyo Pribadi selaku Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai VII.

Pertimbangan pemikiran KIHT adalah untuk mengatasi peredaran rokok ilegal, penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), pembinaan Industri Kecil Menengah (IKM), menumbuhkan industri pendukung, dan memudahkan pelaksanaan asistensi serta pengawasan. Kemudahan yang akan ditemukan dalam KIHT adalah mulai dari kerja sama pelintingan, pengecualian luas pabrik, hingga Industri Hasil Tembakau dan Industri Pendukung dapat berada dalam satu kawasan.

Dengan P2KP kali ini, diharapkan agar seluruh pegawai Bea Cukai Pasuruan dapat lebih memahami KIHT secara komprehensif.

(PLI BC Pasuruan)

#GempurRokokIlegal
#LegalItuMudah
#StopRokokIlegal
#BeaCukaiRI
#BeaCukaiPasuruan
#𝘞𝘦𝘚𝘦𝘳𝘷𝘦𝘉𝘺𝘏𝘦𝘢𝘳𝘵
#BeaCukaiMakinBaik
#BeaCukaiPasuruanGaspolWBBM2022