Berpedoman SE-25/BC/2020, Bea Cukai Pasuruan Konsisten Visiting Pabrik Rokok

Pasuruan – Rokok sebagai salah satu Barang Kena Cukai (BKC) memiliki karakteristik khusus yang diatur dalam Undang-undang Cukai. Diantaranya adalah konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan. Dengan alasan tersebut itulah menjadikan pengusaha rokok mendapatkan pengawasan khusus dibawah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Dalam rangka optimalisasi pengawasan BKC khususnya rokok, belum lama ini Bea Cukai menerbitkan Surat Edaran DJBC nomor SE-25/BC/2020 tentang Pedoman Analisis Dokumen dan Pemeriksaan Pabrik Hasil Tembakau. Berpedoman pada Surat Edaran itulah Bea Cukai Pasuruan kembali lakukan analisis dokumen dan pemeriksaan pabrik rokok di wilayah Pasuruan pada hari Kamis (30/09). Proses penerapan Surat Edaran sebagaimana dimaksud dilakukan dengan melakukan analisis dokumen cukai dan pemeriksaan pabrik rokok yang akan terus berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.

Dengan terus konsistennya dilakukan kegiatan analisis dokumen cukai dan pemeriksaan pabrik rokok diharapkan akan terus meningkatkan kepatuhan pengusaha BKC khususnya rokok di wilayah Pasuruan. Tingginya kepatuhan pengusaha rokok akan menurunkan peredaran rokok illegal yang sangat merugikan perekonomian Negara dan Kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, Bea Cukai terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus #GempurRokokIlegal.